kepribadian

  1. DEFINISI KEPRIBADIAN

Gordon Allport memandang kepribadian sebagai organisasi dinamis didalam individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisis yang menentukan cara-caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Sistem psikofisis terdiri dari kebiasaan, sikap, nilai, kepercayaan, keadaan emosi, motif, dan sentimen (Hurlock, 1981 : 524 – 525).

Disebutkan Allport (dalam Aiken, 1993 : 84) bahwa kepribadian manusia itu sebagai organisasi dinamis yang terdiri dari sifat-sifat (trait) yang menentukan penyesuaian diri dari individu yang unik terhadap lingkungannya.

Rom J. Markin Jr. mengartikan kepribadian sebagai jumlah keseluruhan dari karakteristik-karakteristik individu yang terpola yang membuat individu itu unik. Kepribadian terdiri dari sikap, motif, sifat respon individual, dimana satu sama lain terdapat interdependensi yang tinggi (Markin, 1974 : 334 – 335).

Menurut Allport terdapat 3 macam sifat (dalam Aiken, 1993 : 84 – 85) yaitu sifat utama (cardinal traits), seperti otoriter, berpreikemanusiaan, pekerja keras, sadisme, atau cinta diri sendiri; sifat pokok (central traits) seperti pengasih, tegas, pengganggu, jujur, baik hati, dapat dipercaya, ramah; serta sifat sekunder (secondary traits) seperti suka makan atau musik.

Sifat utama adalah hal pokok yang dominan pada kehidupan seseorang, diekspresikan hampir pada semua perilakunya. Sifat pokok adalah kecenderungan untuk berperilaku dalam suatu cara khusus pada bermacam-macam situasi, lebih khusus daripada sifat utama. Sedangkan sifat sekunder lebih pada spesifik – situasi dan lebih sedikit pengaruhnya pada perilaku daripada sifat pokok (Aiken, 1993 : 85). Setiap orang adalah unik, berdasarkan pada suatu hukum dan sistem yang terintegrasi pada masing-masing orang (Aiken, 1993 : 85).

Kepribadian oleh Salvatore R. Maddi (1980 : 10) didefinisikan sebagai serangkaian karakteristik dan kecenderungan yang stabil, menetukan perbedaan perilaku individu secara psikologis yang berkesinambungan dan sulit untuk dipahami.

Kepribadian pada umumnya menunjuk pada pola perilaku khusus yang menandai setiap cara penyesuaian individu terhadap situasi kehidupan (Mischel dlama Morgan, 1979 : 512).

Pendapat Jung (dalam Hjelle dan Ziegler, 1992 : 171) tentang kepribadian yang menggunakan terma psyche, adalah komposisi dari 3 struktur terpisah mnamun saling berinteraks, yaitu ego, ketidaksadaran personal, dan ketidaksadaran kolektif.

Definisi kepribadian dari Eysenck, yang banyak persamaannya dengan Allport (dalam Agus Sujanto, 1986 : 112) adalah bahwa kepribadian merupakan jumlah total dari aktual atau potensial organisme yang ditentukan oleh hereditas dan lingkungan; ini berawal dan berkembang melalui interaksi fungsional dari sektor utama dalam pola perilaku yang diorganisasikan : sektor kognitif (intelejen), sektor konatif (karakter), sektor afektif (temperamen), dan sektor somatis (konstitusi).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah sesuatu yang timbul dari efektivitas sebagai total pola-pola perilaku aktual atau potensial dari individu yang mendatangkan stimulus dari orang sekitarnya, dan sulit untuk dipahami, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal dari individu dimana kedua faktor tesebut juga saling mengadakan interaksi.

  1. FUNGSI KEPRIBADIAN

Disebutkan oleh Markin (1974 : 337 – 338) bahwa kepribadian memiliki beberapa aspek fungsional, yaitu :

a. consistency à tanpa pengukuran konsistensi tidaklah dapat berpikir tentang kepribadian sebab manusia akan berubah-ubah sedemikian rupa sehingga tidak dapat dikarakteristikkan sebagai kepribadian. Terdapat 2 tingkatan kepribadian, yaitu :

* eksternal : berhubungan dengan perasaan yang diekspresikan dan perwujudannya dalam bentuk tindakan

* internal : meliputi faktor-faktor yang tidak dapat diamati seperti sikap, minat, nilai, dan motif. Konsistensi merupakan karakteristik dasar kepribadian. Manusia cenderung mewujudkan konsistensi pada kedua tingkatan kepribadian

b. accomodation and plasticity à meskipun kepribadian bersifat konsisten dan stabil, namun pada saat yang sama juga akan mengadakan penyesuaian diri terus-menerus terhadap perubahan kondisi-kondisi yang terjadi di lingkungan

c. integration à menunjuk pada kenyataan bahwa berbagai aspek kepribadian diorganisasikan dan diintegrasikan ke dlam sejumlah pola secara keseluruhan. Kepribadian dikarakteristikkan sebagai suatu bentuk dinamis yang mencari keharmonisan dan diintegrasi serta mengarahkan aktivitas dalam cara-cara yang kongruen

Dari penjelasan yang ada diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian berfungsi untuk mendeskripsikan perasaan yang akan diwujudkan ke dalam bentuk perilaku, yang meliputi faktor-faktor yang tidak dapat diamati dimana pada saat yang sama dapat juga menjalankan suatu proses adaptasi yang diintegrasikan dan mengarah pada suatu aktivitas.

  1. STRUKTUR KEPRIBADIAN H. J. EYSENCK

Eysenck (dalam Suryabrata, 1985 : 340) berpendapat mengenai struktur kepribadian, bahwa kepribadian tersusun atas tindakan-tindakan, disposisi – disposisi yang terorganisasi dalam susunan hierarkis berdasarkan atas keumuman dan kepentingannya. Diurut dari yang paling tinggi dan paling mencakup ke paling rendah dan paling umum, serta isinya masing-masing adalah sebagai berikut :

a. type à yaitu organisasi di dalam individu yang lebih umum, yang lebih mencakup lagi

b. trait à yaitu sementara habitual response yang paling berhubungan satu sama lain yang cenderung ada pada individu tertentu

c. habitual response à mampunyai corak yang lebih umum daripada spesific response, yaitu respon-respon yang berulang-ulang terjadi jika individu menghadapi kondisi atau situasi yang sejenis

d. spesific response à tindakan atau respon yang terjadi pada suatu keadaan atau kejadian tertentu, jadi khusus sekali

  1. TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

Kebanyakan orang mengenal istilah ekstrovert dan introvert dari psikiater Swiss bernama C. G. Jung, seorang bekas murid Sigmund Freud. Namun yang mengembangkan ekstrovert dan introvert lebih lanjut secara mendetail adalah Eysenck sendiri (Eysenck, 1980 : 10).

Eysenck melaksanakan penyelidikannya yang pertama, yaitu variabel yang menggambarkan kontras antara ekstroversi dan introversi (Suryabrata, 1983 : 346).

Eysenck (dalam Aiken, 1993 : 86) mengkonsepkan kepribadian manusia dalam tiga faktor atau supertraits, yaitu ekstroversion – introversion, stabilitas emosi dan ketidakstabilitasan emosi (neurotisme), serta psikotisme. Pembahasan disini lebih menitikberatkan pada ekstroversion – introversion.

Ekstrovert dan introvert dipahami sebagai dimensi yang kontinyu dari pada sebagai tipe dikotomi (Aiken, 1993 : 86). Tipe kepribadian yang dirumuskan oleh Eysenck itu (dalam Hjelle dan Ziegler, 1991 : 281) lebih melihat pada perilaku yang tampak, yang merupakan kombinasi dari dua tipe yang didiskusikan tersebut. Konsekuensinya adalah bahwa setiap orang adalah ekstrovert dan introvert, dengan mayoritas orang lebih dekat ke pusat kontinum, daripada ke kedua ekstrim (Eysenck, 1980 : 10).

  1. DEFINISI KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

Jung mengatakan (dalam Hall dan Lindzey, 1978 : 125) bahwa ekstrovert adalah kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, serta tindakannya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan. Sedangkan introvert adalah kepribadina yang lebih dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya tertuju ke dalam.

Menurut Eysenck, introvert adalah satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi dengan karakteristik watak yang tenang, pendiam, suka menyendiri, suka termenung, dan menghindari resiko (Pervin, 1993 : 302).

Eysenck juga mengatakan dalam teorinya, bahwa ekstrovert adalah satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi dengan karakteristik watak peramah, suka bergaul, ramah, suka menurutkan kata hati, dan suka mengambil resiko (Pervin, 1993 : 302)

Peneliti menyimpulkan bahwa ekstrovert adalah suatu tipe kepribadian berdasar skap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindaknnya ebih banyak ditentukan oleh lingkungan.

Sedangkan introvert adalah suatu tipe kepribadian berdasar sikap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya terutama tertuju ke dalam.

  1. CIRI-CIRI KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

Ekstrovert dan introvert digambarkan oleh Eysenck dan Eysenck (1975, dalam Aiken, 1993 : 86) adalah sebagai berikut : yang khas dari ekstrovert adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya (Aiken, 1993 : 86 – 87).

Sedangkan yang khas dari introvert adalah pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu – melihat dahulu – sebelum melangkah, dan curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya, dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi (Aiken, 1993 : 87).

  1. KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

Menurut Jung (dalam Lefrancus, 1979 : 421) terdapat dua dimensi utama kepribadian, yaitu ekstrovert dan introvert. Ekstrovert ditandai dengan mudah bergaul, terbuka, dan mudah mengadakan hubungan dengan orang lain. Sedangkan introvert ditandai dengan sukar bergaul, tertutup, dan sukar mengadakan hubungan dengan orang lain.

Dikemukakan oleh Eysenck (dalam Fransella, 1981 : 84) karakteristik ekstroversi ditandai oleh sosiabilitas, bersahabat, aktif berbicara, impulsif, menyenangkan, aktif dan spontan, sedangkan introversi ditandai dengan hal-hal kebalikannya. Lebih jelasnya lagi Eysenck (1980 : 9) menjabarkan komponen ekstrovert adalah kurangnya tanggung jawab, kurangnya refleksi, pernyataan perasaan, penurutan kata hati, pengambilan resiko, kemampuan sosial, dan aktivitas.

Sedangkan indikator yang terdapat dalam EPI (Eysenck Personality Inventory) adalah sociability, impulsiveness, activity, liveness, dan excitability.

________________________________________________________________________

Definisi Operasional

Tipe kepribadian ekstrovert dan introvert diukur dengan menggunakan kuesioner tentang kepribadian, yaitu EPI (Eysenck Personality Inventory) yang terdiri dari 20 (11 item ekstrovert dan 9 item introvert) item dan merupakan pernyataan tertutup dengan alternatif jawaban “ya” atau “tidak”. Penggolongan tipe kepribadian ini dilakukan melalui ciri-ciri dari kepribadian ekstrovert dan introvert dari Eysenck.

Definisi operasionalnya adalah jumlah skor yang diperoleh individu atas respon yang diberikan terhadap pernyataan-pernyataan yang mengukur tipe kepribadian ekstrovert – introvert, berdasarkan norma yang telah ditentukan. Semakin tinggi skornya maka tergolong dalam tipe ekstrovert dan sebaliknya, semakin rendah skornya maka tergolong dalam introvert.

* Kepribadian ekstrovert à individu ekstrovert dipengaruhi oleh dunia objektif, yaitu dunia di luar dirinya. Orientasi terutana tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindakannya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan nonsosial.

Ciri-ciri individu ekstrovert : berdaya ingat kuat (merecall memori jangka pendek), memiliki ambang rangsang yang tinggi dan menunjukkan daya juang fisik yang tinggi, dapat melaksanakan tugas yang tinggi taraf kesukarannya dengan baik, ramah, impulsif, tidak suka diatur dan dilarang, terlibata dalam aktivitas kelompok, pandai membawa diri dalam lingkungannya, mudah gembira, memiliki keterikatan sosial, dapat memanfaatkan kesempatan yang ada, bertindak cepat, optimis, agresif, cepat / mudah meredakan kemarahan, mudah tertawa, tidak dapat menahan perasaannya.

* Kepribadian introvert à ciri-cirinya adalah memiliki toleransi yang tinggi terhadap isolasi / kesendirian, kurang toleransi terhadap keluhan fisik, cenderung melakukan secara baik terhadap tugas yang sederhana / mudah, cenderung melaksanakan secara baik tugas yang menuntut kesiapsiagaan.

7 Komentar Add your own

  • 1. vivi  |  Desember 1, 2008 pukul 3:59 am

    Wacana tentang Kepribadian ini sangat membantu dalam penyusunan skripsiku. tapi mohon bantuannya…..saya butuh inventori tentang kepribadian ekstrovert-introvertnya dari Eysenck ditampilkan dalam bentuk daftar pertanyaannya.
    Terima kasih

    Balas
    • 2. tahsinul  |  Februari 10, 2009 pukul 9:47 pm

      maaf ya mbak vivi, baru bisa bales. cz baru di beri kesehatan setelah terlelap beberapa bulan. gimana skripsinya? insyaallah kalau masih membutuhkan akan aku usahakan mencarinya.

      Balas
  • 3. tahsinul  |  Desember 9, 2010 pukul 5:08 am

    maaf,, mungkin dalam waktu dekat ini saya belum bisa. cz ada masalah di PC. nanti segera saya usahakan

    Balas
  • 4. tahsinul  |  Desember 9, 2010 pukul 5:09 am

    sama2 mas boss,, saya juga minta maaf apabila ada kekeliruan.

    Balas
  • 5. tahsinul  |  Desember 9, 2010 pukul 5:10 am

    sama2

    Balas
  • 6. tahsinul  |  Desember 9, 2010 pukul 5:11 am

    makasih banyak atas masukannya, mungkin bisa di tambahi,

    Balas
  • 7. tahsinul  |  Desember 9, 2010 pukul 5:12 am

    banyak maaf telat bales,,,kalo belum terlambat nanti segera saya carikan

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: